banner 728x250

Groundbreaking Hilirisasi Ayam, Lampung Selatan Bidik Peran Kunci Ketahanan Pangan Nasional

  • Bagikan
banner 468x60

Harian Elvano News, Jati Agung – Kabupaten Lampung Selatan kembali menegaskan posisinya sebagai daerah strategis nasional. Hal itu ditandai dengan dimulainya pembangunan program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi yang diproyeksikan menjadi penggerak utama penguatan industri peternakan ayam nasional sekaligus penyangga pasokan protein hewani bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian RI bersama Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Pembangunan resmi ditandai dengan kegiatan groundbreaking yang digelar di Perkebunan PTPN I Region 7 Trikora, Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung, Jumat (6/2/2026).

Menariknya, kegiatan groundbreaking ini dilaksanakan hanya sehari setelah audiensi antara Ditjen PKH Kementerian Pertanian RI dan Bupati Lampung Selatan pada Kamis (5/2/2026). Hal tersebut menunjukkan percepatan implementasi program prioritas pemerintah pusat yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Salah satu program unggulan yang akan dikembangkan adalah skema “Ayam Merah Putih”, yakni model pengembangan peternakan ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir. Program ini mencakup penyediaan bibit ayam, pakan, kandang, hingga penguatan industri pengolahan hasil ternak.

Melalui skema ini, peternak tidak lagi bergantung pada penjualan ayam hidup semata, tetapi didorong untuk memperoleh nilai tambah melalui produk olahan yang memiliki daya saing lebih tinggi.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengatakan pembangunan hilirisasi peternakan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian dan peternakan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan kegiatan groundbreaking bersama PTPN I dan Danantara terkait pembangunan hilirisasi pangan di Lampung Selatan,” ujar Egi.

Menurutnya, kehadiran industri hilir peternakan yang terintegrasi akan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan nilai tambah komoditas ayam serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.

“Kami optimistis program ini mampu menggerakkan ekonomi lokal dan menciptakan efek berantai terhadap berbagai potensi yang ada di daerah,” lanjutnya.

Program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok, mulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi. Dengan sistem yang terintegrasi, hasil peternakan Lampung Selatan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga berkontribusi dalam menopang kebutuhan nasional.

Selain memperkuat ketahanan pangan, kegiatan ini juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta menumbuhkan sektor-sektor usaha pendukung lainnya di Lampung Selatan.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan mengawal program strategis pemerintah pusat yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. (NFI)

 

banner 325x300
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *