banner 728x250

Wagub Jihan Nurlela Lepas 42 ASN Purna Bakti: Jabatan Hanya Titipan

  • Bagikan
banner 468x60

Harian Elvano News, Bandar Lampung — Suasana haru dan penuh penghargaan mewarnai Ruang Abung, Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (27/2/2026), saat Pemerintah Provinsi Lampung secara resmi melepas 42 aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa purna bakti. Momentum tersebut terasa istimewa karena Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Drs. Intizam, menutup pengabdiannya dengan capaian pangkat tertinggi, Pembina Utama (IV/e).

 

Pelepasan dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, yang juga menyerahkan tali asih dan santunan kepada ASN purna tugas di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

 

Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama, serta perwakilan PT. Taspen (Persero) Bandar Lampung.

 

Dalam sambutannya, Wagub Jihan menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Intizam yang telah mengabdi hampir 40 tahun di lingkungan Pemprov Lampung. Menurutnya, masa purna bakti bukanlah akhir dari kontribusi, melainkan awal pengabdian dalam ruang yang lebih luas di tengah masyarakat.

 

“Purna bakti bukanlah akhir dari pengabdian, tetapi masa peralihan dari instansi formal kepada ruang pengabdian yang lebih luas dan tanpa batas,” ujar Wagub.

 

Ia juga mengingatkan seluruh ASN aktif untuk memaknai jabatan sebagai amanah yang bersifat sementara. Yang akan dikenang, lanjutnya, bukanlah posisi atau kekuasaan, melainkan karya dan legasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Secara khusus, Wagub menyoroti inovasi program P4 yang digagas Intizam, yang dinilai berhasil mempermudah pelayanan kepada masyarakat dan menyederhanakan birokrasi. Inovasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi sekaligus amal jariyah yang terus memberi manfaat meski masa tugas telah usai.

 

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Lampung Rendi Reswandi melaporkan bahwa pada periode Maret 2026 terdapat 42 PNS yang memasuki masa purna bakti, terdiri dari 8 orang Golongan III dan 34 orang Golongan IV.

 

“Dari 42 PNS tersebut, satu orang mencapai batas usia pensiun pada pangkat puncak Pembina Utama (IV/e), yaitu Bapak Drs. Intizam, dengan masa kerja 39 tahun 5 bulan sejak 1986,” jelas Rendi.

 

Ia menambahkan, setiap PNS yang memasuki masa purna bakti menerima tali asih sebesar Rp2.000.000 dan plakat penghargaan dari Korpri Provinsi Lampung. Selain itu, santunan juga diberikan kepada ahli waris anggota Korpri yang meninggal dunia.

 

Tercatat 7 ASN yang meninggal dunia menerima santunan masing-masing Rp3.000.000 bagi ahli warisnya, serta 2 santunan untuk suami atau istri ASN sebesar Rp1.000.000 per orang. Seluruh bantuan disalurkan secara non-tunai langsung ke rekening penerima.

 

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan Tabungan Hari Tua dan Pensiun Pertama kepada Intizam dari PT Taspen (Persero) Bandar Lampung sebagai bentuk jaminan kesejahteraan bagi ASN yang telah menyelesaikan masa tugasnya.

 

Dalam sambutan perpisahannya, Intizam mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan karier selama 39 tahun 5 bulan yang seluruhnya dijalani di Provinsi Lampung. Ia mengawali pengabdian sejak lulus dari APDN Tanjung Karang sebagai pamong praja muda hingga dipercaya memimpin Dinas Perkebunan.

 

“Birokrasi bagi saya bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ruang pengabdian untuk belajar tentang integritas, loyalitas, dan tanggung jawab,” ungkapnya haru.

 

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan dan rekan kerja apabila selama menjalankan tugas terdapat kekhilafan. Baginya, estafet kepemimpinan adalah keniscayaan, sejalan dengan prinsip bahwa setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya.

 

Kegiatan pelepasan purna bakti ini menjadi wujud komitmen Dewan Pengurus Korpri Provinsi Lampung dalam memperkuat solidaritas, meningkatkan kesejahteraan anggota, serta menjaga semangat pengabdian demi pelayanan publik yang semakin profesional dan berintegritas.

 

banner 325x300
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *