Lampung Utara, Elvanonews.com — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lampung Utara melayangkan kritik keras terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) Lampung Utara yang dinilai minim kepedulian dan dukungan terhadap kegiatan Seminar Nasional Pendidikan yang digelar pada Senin, 2 Februari 2026.
Seminar yang diinisiasi oleh PC PMII Lampung Utara tersebut diikuti oleh sekitar 2.500 guru dari berbagai satuan pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Lampung Utara. Kegiatan ini berlangsung meriah dan bahkan dihadiri peserta melebihi kuota yang telah ditargetkan panitia.
Ketua PC PMII Lampung Utara, Feny Ayu, menegaskan bahwa tingginya antusiasme peserta menjadi bukti nyata bahwa para guru di Lampung Utara sangat membutuhkan ruang motivasi, penguatan kapasitas, dan inspirasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Fakta di lapangan menunjukkan ribuan guru rela datang dan memadati lokasi. Ini menandakan bahwa guru-guru di Lampung Utara haus akan motivasi dan penguatan. Ironisnya, justru pemerintah daerah yang seharusnya paling berkepentingan malah terkesan abai,” tegas Feny Ayu. Minggu, (8/2/26).
Namun, di tengah suksesnya acara tersebut, PC PMII menilai Pemda Lampung Utara tidak menunjukkan keberpihakan yang nyata, baik dalam bentuk dukungan moril, kehadiran pejabat strategis, maupun kontribusi konkret terhadap penyelenggaraan kegiatan.
“Kami tidak butuh basa-basi, kami butuh aksi. Pendidikan bukan soal seremoni, tapi soal keberpihakan. Kalau ribuan guru bergerak sendiri mencari motivasi, lalu di mana peran pemerintah daerah?” ujar Feny dengan nada kritis.
Feny menambahkan, PC PMII Lampung Utara secara konsisten mengambil peran aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya tenaga pendidik, karena guru merupakan garda terdepan dalam membentuk kecerdasan dan keselamatan generasi bangsa.
Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga menyangkut pembentukan moral, akhlak, karakter sosial, dan kesadaran kebangsaan. Oleh karena itu, seharusnya pemerintah daerah hadir sebagai mitra strategis, bukan sekadar penonton.
Kekecewaan PC PMII semakin menguat lantaran seminar tersebut menghadirkan motivator muda nasional yang dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia, sehingga dinilai memiliki dampak besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya pendidik di Lampung Utara.
“Kegiatan ini murni untuk kepentingan publik, bukan agenda politik, bukan pencitraan. Tapi sayangnya, justru pemerintah daerah terlihat tidak memiliki sense of crisis terhadap kondisi pendidikan di daerahnya sendiri,” pungkas Feny Ayu.
PC PMII Lampung Utara menegaskan akan terus mendorong gerakan-gerakan edukatif di tengah masyarakat, sekaligus mendesak Pemda Lampung Utara agar tidak lagi bersikap pasif dan simbolik, melainkan benar-benar hadir dengan kebijakan dan tindakan nyata dalam memajukan dunia pendidikan. Red














